POLINES Logo
MEMUAT

Mencari...

Tidak ada hasil pencarian

Maaf, kami tidak menemukan hasil untuk ""

Coba tips berikut:

  • • Periksa kembali ejaan kata kunci Anda
  • • Gunakan kata kunci yang lebih singkat
  • • Coba kata kunci yang berbeda atau lebih umum

Catatan: Cari minimal 2 karakter untuk hasil terbaik

Berita Polines

Berita Terkini

← Kembali ke Berita

Polines dan UNIMUS Jalin Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengembangan AI

Satria Dwiangga Sihantoro

Penulis

25
Polines dan UNIMUS Jalin Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengembangan AI
Polines dan UNIMUS Jalin Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengembangan AI

SEMARANG - Politeknik Negeri Semarang (Polines) menjajaki penguatan kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Polines Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T. dan Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd di Ruang Rektor UNIMUS, Selasa (20/20/26).

Setelah penandatangan MoU, dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemanfaatan AI serta keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Kerja sama ini menjadi peluang bagi kedua perguruan tinggi untuk saling memperkuat kapasitas institusi, mengembangkan kegiatan akademik, serta mendorong inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Direktur Polines Garup Lambang Goro menyampaikan bahwa pengembangan perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperluas peluang penelitian bersama, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Polines sendiri terus mengembangkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat. Berdiri pada 1982 dengan nama Politeknik Universitas Diponegoro, Polines kini memiliki 27 program studi yang mencakup jenjang Diploma Tiga (D3), Sarjana Terapan, hingga Magister Terapan Teknik Telekomunikasi.

Dengan sekitar 9.560 mahasiswa dan 355 dosen aktif, Polines terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kompetensi dosen, serta produktivitas penelitian. Penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi dan industri menjadi bagian dari upaya meningkatkan relevansi pembelajaran sekaligus memperluas dampak hasil penelitian.

Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. menyambut baik kunjungan jajaran pimpinan Polines. Ia berharap kesepahaman yang telah ditandatangani dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dorong Pengembangan AI yang Inklusif dan Berkelanjutan

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah diskusi mengenai perkembangan kecerdasan buatan dan penerapannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi dipimpin Muhammad Yusuf, Ph.D., Wakil Rektor IV UNIMUS Bidang Kerja Sama, bersama Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T., Wakil Direktur Polines Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi.

Diskusi menyoroti pentingnya perguruan tinggi tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan pemanfaatannya mampu menjawab persoalan nyata. AI memiliki potensi untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga pertanian dan pelayanan masyarakat. Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan aksesibilitas, efisiensi, serta dampak sosial dan lingkungan.
Salah satu pendekatan yang dibahas ialah Green AI, yaitu pengembangan dan pemanfaatan AI dengan memperhatikan efisiensi komputasi, kebutuhan energi, dan dampak lingkungan. Pendekatan ini mendorong pengembangan teknologi yang tidak semata-mata mengejar kecanggihan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah kesenjangan akses terhadap infrastruktur digital. Pengembangan AI perlu memperhatikan kondisi pengguna yang beragam agar manfaat teknologi tidak hanya dinikmati oleh kelompok yang memiliki akses memadai terhadap perangkat dan jaringan internet.

Selain itu, keterlibatan manusia tetap menjadi unsur penting dalam penerapan AI. Melalui pendekatan human in the loop, manusia berperan memeriksa keluaran sistem, mengevaluasi ketepatan informasi, dan memastikan keputusan yang dihasilkan sesuai dengan konteks serta kebutuhan pengguna.

Prinsip tersebut menegaskan bahwa kecerdasan buatan perlu dikembangkan dengan memperhatikan aspek etika, tanggung jawab, dan kepentingan manusia. Teknologi menjadi sarana untuk membantu pengambilan keputusan, bukan sepenuhnya menggantikan pertimbangan manusia, khususnya dalam persoalan yang menyangkut keselamatan dan kepentingan publik.

Melalui pertemuan ini, Polines dan UNIMUS membuka peluang untuk mengembangkan kolaborasi yang menghubungkan pendidikan, riset, dan inovasi teknologi. Sinergi kedua institusi diharapkan dapat mendukung lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Ang

-Humas Polines-
Link berhasil disalin!
Hubungi Melalui WhatsApp
Chat dengan Asisten
POLINES Logo

Asisten Polines

Siap membantu Anda

Hari Ini