Diaspora Berdampak Hadir di Polines, Dorong Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional
Satria Dwiangga Sihantoro
Penulis
SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar kegiatan Diaspora Berdampak di Gedung Direktorat Kampus Polines, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polines memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan kapasitas dosen dan peneliti, serta mendorong kontribusi diaspora dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Polines Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., didampingi Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi. Kegiatan tersebut juga dihadiri seluruh Ketua Jurusan dan Koordinator Program Ttudi di lingkungan Polines.
Dalam sambutannya, Direktur Polines menyampaikan bahwa Diaspora Berdampak menjadi momentum penting bagi Polines untuk memperluas jejaring akademik sekaligus menghadirkan pengetahuan dan pengalaman dari akademisi yang memiliki kiprah di tingkat internasional.
“Diaspora Berdampak merupakan kesempatan bagi Polines untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Kehadiran Prof. Anton diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga dapat menghasilkan kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi,” ujarnya
Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi dan perguruan tinggi internasional menjadi bagian penting dalam mendorong Polines menjadi perguruan tinggi vokasi yang semakin unggul dan berdampak.
“Kami ingin setiap kolaborasi yang dibangun memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pengembangan riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Anton Satria Prabuwono mengapresiasi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama sivitas akademika Polines. Menurutnya, kolaborasi antarakademisi dari berbagai institusi penting untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang lebih luas.
“Saya melihat Polines memiliki potensi yang sangat baik untuk terus berkembang, khususnya dalam pendidikan vokasi. Melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan, kita dapat bersama-sama membangun inovasi yang tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan dampak kepada industri dan masyarakat,” ungkap Prof. Anton.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan, terutama dalam bidang teknologi dan komputasi yang berkembang sangat pesat.
“Kolaborasi bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi bagaimana kita menghasilkan sesuatu bersama. Saya berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam pengembangan riset, peningkatan kompetensi dosen, dan inovasi berbasis teknologi,” pungkasnya.
Kegiatan Diaspora Berdampak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai bentuk kolaborasi, seperti pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan inovasi berbasis teknologi. ang