POLINES Logo
MEMUAT

Mencari...

Tidak ada hasil pencarian

Maaf, kami tidak menemukan hasil untuk ""

Coba tips berikut:

  • • Periksa kembali ejaan kata kunci Anda
  • • Gunakan kata kunci yang lebih singkat
  • • Coba kata kunci yang berbeda atau lebih umum

Catatan: Cari minimal 2 karakter untuk hasil terbaik

Berita Polines

Berita Terkini

Kembali ke Berita

Sebanyak 96 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” di Polines, Siap Tingkatkan Kompetensi Konstruksi

Satria Dwiangga Sihantoro

Penulis

30
Sebanyak 96 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” di Polines, Siap Tingkatkan Kompetensi Konstruksi
Sebanyak 96 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” di Polines, Siap Tingkatkan Kompetensi Konstruksi

SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) bersama PT Semen Gresik dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” melalui kerja sama penyelenggaraan Pelatihan Tukang Pasang Bata dan Plesteran Jenjang 1. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik Negeri Semarang, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 96 peserta yang mendapatkan pembekalan teori, praktik, hingga uji sertifikasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja di bidang konstruksi.

Kegiatan diawali dengan Ceremonial Pembukaan yang ditandai dengan penyematan helm kepada perwakilan peserta. Penyematan helm dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Gresik Gatot Mardiana, Direktur Politeknik Negeri Semarang Dr. Garup Lambang Goro S.T., M.T, dan Kepala BJKW Wilayah IV Surabaya Indra Sulistyo.

Dalam sambutannya, Gatot Mardiana menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi para tenaga kerja konstruksi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, baik pada saat menerima materi maupun ketika melaksanakan praktik. Dengan adanya sertifikasi, kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui dan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pekerjaan serta daya saing di dunia konstruksi,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan tenaga kerja yang semakin baik akan turut mendukung terwujudnya pekerjaan konstruksi yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Selanjutnya, Direktur Polines menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang mengutamakan keterampilan dan kompetensi yang dapat diterapkan secara langsung.

“Politeknik Negeri Semarang sangat menyambut baik kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini. Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara mengenai pembelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana keterampilan tersebut dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Kami berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat serta mampu menerapkan standar kerja yang baik dan benar,” tuturnya.

Iapun menambahkan, kolaborasi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala BJKW Wilayah IV Surabaya Indra Sulistyo menyampaikan bahwa sertifikasi menjadi bagian penting dalam memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja konstruksi.

“Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari pembelajaran teori, praktik, hingga uji sertifikasi. Dengan kompetensi yang semakin baik, kualitas pekerjaan konstruksi juga akan semakin meningkat,” katanya.

Setelah seremoni pembukaan, peserta mengikuti sejumlah materi pelatihan. Materi pertama yaitu Teori Bangunan Gedung/Rumah Kokoh (Pekerjaan Pasang Bata) yang disampaikan oleh Amin Zainullah. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai prinsip dan teknik dasar pemasangan bata untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan berkualitas.

Materi kedua, Teori Bangunan Gedung/Rumah Kokoh (Pekerjaan Plesteran), disampaikan oleh Ir. Teguh Mulyo Wicaksono, S.Pd., M.Eng., Kepala Bengkel Batu Beton Jurusan Teknik Sipil Polines. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pekerjaan plesteran yang tepat sesuai standar pekerjaan konstruksi.

Sementara itu, materi ketiga berupa Hitungan Dasar untuk Menjadi Pemborong kembali disampaikan oleh Amin ZainullahSementara itu, materi ketiga berupa Hitungan Dasar untuk Menjadi Pemborong kembali disampaikan oleh Amin Zainullah. Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai dasar-dasar perhitungan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan dan pengelolaan pekerjaan konstruksi.. Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai dasar-dasar perhitungan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan dan pengelolaan pekerjaan konstruksi.

Tidak berhenti pada pembelajaran teori, peserta juga mengikuti praktik pasang bata sebagai persiapan uji sertifikasi. Dalam sesi tersebut, peserta mempraktikkan secara langsung teknik pemasangan bata sesuai ketentuan dan standar pekerjaan yang telah dipelajari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Uji Sertifikasi Tukang, sebagai tahapan untuk mengukur kompetensi peserta berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan Pelatihan Tukang Pasang Bata dan Plesteran Jenjang 1 ini, Polines, KWSG, dan BJKW Wilayah IV Surabaya menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut, 96 peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang lebih baik, tetapi juga mampu menerapkan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan konstruksi secara profesional di lapangan. ang

Galeri Foto (4 foto)

Galeri 1
Klik untuk perbesar
Galeri 2
Klik untuk perbesar
Galeri 3
Klik untuk perbesar
Galeri 4
Klik untuk perbesar
1 / 4
Link berhasil disalin!
Hubungi Melalui WhatsApp
Chat dengan Asisten
POLINES Logo

Asisten Polines

Siap membantu Anda

Hari Ini