Sungai menjadi salah satu sumber kehidupan bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Di Indonesia sungai kerap kali dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan, transportasi maupun konsumsi. Namun seiring pertumbuhan penduduk tentu saja mempengaruhi kualitas air sungai. Ditambah saat ini masih ada rumah di bantaran sungai yang keberadaannya tentu saja membuat kualitas menurun.

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan kegiatan Pelatihan Seni Pembuatan Pigura dari Sampah Kemasan Plastik (PITIK) dan Pelatihan Pemasaran di Panti Asuhan Ar-Rodiyah Tembalang, Semarang. – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Polines bekerjasama dengan panti Asuhan Ar-Rodiyah Tembalang, Semarang dalam pembuatan pigura plastik sebagai upaya pemanfaatan sampah plastik di sekitar.

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang cukup krusial di era sekarang ini. Selain menyebabkan lingkungan yang kotor, sampah dapat menyebabkan bau tidak sedap serta dapat mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Di Kota Semarang sendiri misal, berdasarkan data pada tahun 2016, Kota ATLAS ini menghasilkan sampah kurang lebih 1.200 ton per hari.

Kegiatan yang digelar kelas AB 2B Jurusan Administrasi Bisnis Polines adalah seminar dan kelas kecantikan, dibawah bimbingan Dra. Rara Ririn Budi Utaminingtyas, M.Si. selaku Dosen Jurusan Administrasi Bisnis dan juga Mustika Ratu. Pesertanya berjumlah 68 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.

Tim program kreatifitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat (PKM - M) Politeknik Negeri Semarang, bekerjasama dengan Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Semarang, memberikan Edukasi kepada anak didiknya tentang sampah serta pengelolaannya menggunakan teknologi virtual reality. Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang powerfull dan menarik yang bertujuan untuk meniru dunia nyata dengan lingkungan yang dihasilkan oleh komputer.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PKM Kewirausahaan Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembangkan produk kreatifnya, yakni lampion. Bukan lampion biasa, karena pembuatannya menggunakan limbah kertas. Diketuai Rifka Rani dari Prodi Analis Keuangan, dan beranggotakan Edikha Setyaningtyas dari Prodi Analis Keuangan, Anik Kusuma Wardani Prodi Analis Keuangan, dan Reza Bagas Pambudi Raharjo Prodi Teknik Mesin Polines, sukses mengurangi limbah kertas menjadi barang bernilai seni tinggi.