Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan kegiatan Pelatihan Seni Pembuatan Pigura dari Sampah Kemasan Plastik (PITIK) dan Pelatihan Pemasaran di Panti Asuhan Ar-Rodiyah Tembalang, Semarang. – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Polines bekerjasama dengan panti Asuhan Ar-Rodiyah Tembalang, Semarang dalam pembuatan pigura plastik sebagai upaya pemanfaatan sampah plastik di sekitar.

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang cukup krusial di era sekarang ini. Selain menyebabkan lingkungan yang kotor, sampah dapat menyebabkan bau tidak sedap serta dapat mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Di Kota Semarang sendiri misal, berdasarkan data pada tahun 2016, Kota ATLAS ini menghasilkan sampah kurang lebih 1.200 ton per hari.

Guna meningkatkan layanan mutu pendidikan tinggi untuk menumbuhkan budaya mutu melalui penerapan sistem penjaminan mutu internal, Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali dipercaya oleh Direktorat Penjaminan Mutu Kemenristekdikti sebagai penyelenggara Program Asuh Perguruan Tinggi (PT) Unggul.untuk membina program studi yang masih terakreditasi C.

Tim program kreatifitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat (PKM - M) Politeknik Negeri Semarang, bekerjasama dengan Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Semarang, memberikan Edukasi kepada anak didiknya tentang sampah serta pengelolaannya menggunakan teknologi virtual reality. Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang powerfull dan menarik yang bertujuan untuk meniru dunia nyata dengan lingkungan yang dihasilkan oleh komputer.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PKM Kewirausahaan Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembangkan produk kreatifnya, yakni lampion. Bukan lampion biasa, karena pembuatannya menggunakan limbah kertas. Diketuai Rifka Rani dari Prodi Analis Keuangan, dan beranggotakan Edikha Setyaningtyas dari Prodi Analis Keuangan, Anik Kusuma Wardani Prodi Analis Keuangan, dan Reza Bagas Pambudi Raharjo Prodi Teknik Mesin Polines, sukses mengurangi limbah kertas menjadi barang bernilai seni tinggi.

Prihatin terhadap banyaknya pencurian kotak infaq di masjid, mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) ciptakan Kotak Infaq Masjid Anti Maling. Produk inovasi yang dibuat ini diberi nama kotak infaq masjid anti maling yang disingkat Koin Mas Aling.