Proses penguapan air laut dalam pembuatan garam menjadi kendala bagi petani garam Desa Raci Kabupaten Pati. Selain membutuhkan waktu lama, teknologi yang digunakan juga masih tergolong konvensional yang masih bergantung pada panas matahari sehingga saat musim penghujan seringkali terjadi gagal panen. “Faktor yang menjadi kendala utama pembuatan garam adalah proses mengubah air laut dari tingkat kekentalan (viskositas) 30x10-3 Ns/m2 ke tingkat viskositas 25x10-3 Ns/m2 “, tutur Rifa’i selaku ketua kelompok tani garam Mentari Jaya di Desa Raci.

Tim PKM Kewirausahaan (PKM-K) Politeknik Negeri Semarang menciptakan inovasi kopi dari tanaman lempuyang yang diberi nama “Industri Lempuyang Coffe Blend”. Ketua dari Tim PKM-K in yaitu Budi Santoso (Administrasi Bisnis) di bawah dosen pendamping Iwan Budiyono S.E., M. Si, Akt. dan beranggotakan 4 orang yaitu Etiek Apriliyani Mukharomah (Administrasi Bisnis), Rhiyo Yudha Febriyano (Teknik Sipil), Sumanto (Administrasi Bisnis), dan Elen Puspitasari (Administrasi Bisnis).

Sungai menjadi salah satu sumber kehidupan bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Di Indonesia sungai kerap kali dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan, transportasi maupun konsumsi. Namun seiring pertumbuhan penduduk tentu saja mempengaruhi kualitas air sungai. Ditambah saat ini masih ada rumah di bantaran sungai yang keberadaannya tentu saja membuat kualitas menurun.

Batik merupakan salah satu identitas bangsa ini yang harus dihargai, dilestarikan dan dimasyarakatkan seperti ucapan dari Sukardi Rinakit yang dilansir pada sebuah surat kabar elektronik nusakini.com 4 oktober 2017 yaitu “Ini nation branding, ini (batik) identitas kita, ini pemersatu kita, ini sebenarnya juga sumber ekonomi kita”. Dari apa yang telah disampaikan oleh Sukardi Rinakit peluang dari komoditas batik sangatlah besar, namun proses pembuatan batik yang membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang menjadikan jumlah batik yang dapat diproduksi tidak banyak.

Tumpukan material diduga limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) ditemukan di Dusun Kemloko, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Tumpukan material diduga limbah dari batubara dengan jenis bottom ash dan fly ash itu ditemukan pertama oleh Gangsar Aji Santoso, Jumat (31/5/2019). Gangsar menambahkan, efek yang terjadi jika terkena bottom ash akan mengalami gatal di kulit, jika hujan resapan air akan mencemari aliran air di sekitar dan tidak bisa dikonsumsi (jatimnow.com, 2019).

Kegiatan yang digelar kelas AB 2B Jurusan Administrasi Bisnis Polines adalah seminar dan kelas kecantikan, dibawah bimbingan Dra. Rara Ririn Budi Utaminingtyas, M.Si. selaku Dosen Jurusan Administrasi Bisnis dan juga Mustika Ratu. Pesertanya berjumlah 68 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.