Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Politeknik Negeri Semarang, membuat sebuah ide gagasan untuk menciptakan inovasi baru pembuatan gift box dengan memanfaatkan limbah kayu yang melimpah terutama di wilayah Semarang. Tim PKM ini diketuai oleh Swadhesi Cyntha Jati dan beranggotakan Bintang Alljerro Setyanegara, Triyoga Bagus Krisnanto, dan Putri Amalia dengan dosen pembimbing Ibu Siti Arbainah, SE.MM.

Kreasi gift box ini mengusung gagasan pemanfaatan limbah industri kayu yang masih sangat minim pengolahannya

menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi melalui usaha berkelanjutan. Jenis limbah yang digunakan adalah limbah serutan kayu yang dikerjakan dengan teknik quilling. Penggunaan teknik quilling menjadi keunggulan tersendiri dalam produk ini. Teknik quilling merupakan seni membuat objek tertentu dengan cara menggulung, membentuk, dan merekatkan untuk membuat desain dekoratif.


Hal tersebut disampaikan oleh Swadhesi, selaku ketua tim PKM pada Sabtu, 4 September 2021 melalui wawancara secara daring. ”Kreasi teknik quilling pada produk gift box akan menampilkan kesan estetik karena karakteristik limbah serutan kayu yang mudah digulung, memiliki ukuran, serta warna yang beragam akan menghasilkan kesan rustic yang unik”.

Ibu Siti Arbainah, SE.MM selaku pembimbing sangat mengapresiasi kreatifitas mahasiswa, “Pemilihan tema sangat tepat, karena disamping sebagai aktivitas kewirausahaan di kalangan generasi muda sekaligus dapat menyelamatkan lingkungan dari polusi limbah. Saya berharap kedepannya mahasiswa dapat melanjutkan dan mengembangkan ide usaha kreasi gift box tersebut sehingga tidak hanya sebatas menyelesaikan pertanggungjawaban program,” paparnya.

Limbah kayu yang digunakan didapat dari industri kayu di wilayah Semarang. Bapak Ponidjan, salah satu pengusaha kayu mengaku senang dengan program pemanfaatan limbah tersebut. “inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa membawa pengaruh yang cukup signifikan. Limbah kayu hasil produksi yang selama ini selalu menumpuk dan akhirnya hanya dibuang atau dibakar, dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai tambah. Saya harap kegiatan usaha ini berkembang pesat dan dapat memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Ponidjan.

Produk gift box quilling, mendapat respon baik dari penggunanya. Ahimsha, salah satu mahasiswa di Semarang yang memesan gift box sebagai hadiah kelulusan untuk temannya menilai salah satu kelebihan produk terletak pada kebaruan ide penggunaan limbah serutan kayu menjadi unsur dekorasi yang menarik. “Produk gift box ini memiliki kelebihan dimana belum ada ide usaha sejenis yang menggunakan limbah serutan kayu dengan teknik quilling. Selain itu, dengan harga yang kompetitif saya rasa produk ini mampu bersaing dan memiliki potensi penjualan yang cukup tinggi,” ujarnya.

Tim PKM melakukan pemasaran digital menggunakan market place dan media sosial yang banyak penggunanya, dengan sistem pre-order. “Pemasaran dilakukan secara daring dengan menggunakan merek dagang MY LITTLE BOX serta slogan –there is a kind of happiness-. Melalui pemasaran daring, diharapkan jangkauan pasar akan semakin luas dan pengenalan produk yang tergolong masih baru akan semakin cepat. Selain itu juga dilakukan direct selling melalui orang-orang terdekat seperti kerabat dan keluarga,” pungkas Swadhesi.