Guna meningkatkan pemasaran bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), kembali Tim Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan pendampingan. Kali ini Tim Polines yang terdiri dari Sarana (ketua), Paryono, Eka Murtiasri, dan Rani Raharjanti melakukan pendampingan kepada mitra yakni UKM Albin (pengrajin Gitar) yang berlokasi di Desa Tepisari, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo.

Sarana, selaku Ketua Tim mengatakan, kegiatan ini berupa program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) pengembangan usaha kerajinan gitar bermutu dan bermerk lokal di Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah. “ Pendampingan UKM mitra dilakukan dengan mengeliminir permasalahan yang muncul, ” jelasnya saat berkunjung di lokasi UKM Albin, Sukoharjo, Senin, 30/8.

Permasalahan yang muncul yaitu kelemahan bidang manajemen dan proses produksi, antara lain: tidak tertatanya peralatan produksi dan bahan baku, masih rendahnya standar kualitas produksi yang diterapkan, tidak adanya proses penyusunan anggaran dan rekam jejak data keuangan dari proses pembelian hingga penjualan, belum konsistennya hasil produksi, belum adanya media promosi yang tepat, belum dimilikinya nama atau merk yang permanen.

Berdasar permasalahan tersebut, Sarana mengatakan, ditawarkan solusi pemecahan masalah dalam 3 (tiga) tahun pendampingan dengan rincian sebagai berikut: Peningkatan kualitas bahan baku, pendampingan perbaikan proses produksi melalui penambahan mesin dan pembuatan SOP untuk perbaikan cara kerja. Selain itu, pendampingan penataan SDM bagian produksi, administrasi dan keuangan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan pemasaran melalui pelatihan dan pembuatan media pemasaran berupa katalog manual, virtual dan website marketing,   serta yang terakhir pendampingan pemberian nama/merk dan peningkatan ragam produk.

Diharapkan dengan solusi yang ditawarkan, Sarana mengharapkan, UKM Al Bin Sukoharjo sebagai mitra dalam program ini mampu menambah jumlah produksi, menjaga kualitas produk dan menambah omset penjualan sehingga mampu terus berkembang (going concern) menghadapi persaingan di tingkat lokal maupun global.

Adapun program pada tahun ini adalah : perbaikan proses finishing produk dengan peningkatan kualitas produk akhir melalui perbaikan ruang pengecatan (penambahan Ram untuk meredam debu cat) serta perbaikan ruang pengeringan (pembuatan mesin Crane gantung gitar dan penambahan lampu pemanas terkontrol).

Untuk peningkatan pemasaran melalui media online, dilakukan melalui pembuatan ruang pamer, pembuatan website dinamik, pemasaran melalui sosial media, pembuatan katalog, pembuatan konten serta pelatihan SDM.