Teliti Willingness To Pay Pelestarian Heritage Surakarta, Dosen Polines Raih Gelar Doktor Undip


24 Agustus 2016 - admin

Politeknik Negeri Semarang (Polines) menambah satu lagi doktor baru. Promovendus adalah Karno Wahadi yang merupakan dosen Jurusan Administrasi Bisnis Polines berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Ia menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Undip, di Ruang Sidang Utama, Gedung Pascasarjana Undip, Semarang, Selasa (23/8). Ujian Terbuka ini dipimpin Prof. Drs. Imam Ghozali, M.Com, Pd.D, Akt, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip sebagai ketua sidang didampingi Prof. Drs Waridin, MS, Ph.D selaku Sekretaris Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip . Selaku Promotor : Prof. Dra. Indah Susilowati, MSc, PhD dengan Co-Promotor Prof. Dr. Purbayu Budi Santosa, MS.
Karno Wahadi, dosen kelahiran Karanganyar ini memaparkan penelitian dengan judul “Willingness To Pay Pelestarian Heritage di Kota Surakarta ” ini berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Tim Penguji internal yang terdiri dari  Dr. Dwisetia Poerwono, M.Sc, Dr. Nugroho SBM, M.Si,  dan Assoc Prof. Dr. Alias Radam selaku penguji eksternal.
Dalam disertasinya lulusan S1 UNS, S2 Undip ini memaparkan,  kota Surakarta merupakan sebuah kota yang memiliki berbagai jenis warisan budaya, baik yang berbentuk bangunan, produk kerajinan, makanan, maupun acara keagamaan. “Warisan budaya tersebut merupakan aset yang luar biasa dan harus dilestarikan,” ungkapnya. Pelestarian warisan budaya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain dari sumber anggaran pemerintah, biaya pelestarian membutuhkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini, ungkapnya, didasari teori permintaan dan utiliti. Adapun tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi sosio-ekonomi dan perilaku wisatawan, menganalisis nilai atribut warisan budaya, menganalisis nilai willingnes to pay untuk melestarikan warisan budaya Surakarta dan membangun strategi pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya. Secara fisik, warisan budaya kota Surakarta menurutnya terbagi dalam tiga komponen. Yaitu komponen kota tradisional, komponen kota kolonial dan komponen kota etnis Arab dan Tiongkok. Ditambahkannya, pelestarian warisan budaya merupakan merupakan sebuah keharusan karena hal tersebut mencerminkan mahakarya kecerdasan kreatif manusia, mengandung nilai – nilai luhur masyarakat, sejarah peradapan manusia, karya seni, karya arsitektur, keindahan alam dan lain – lain. Lebih dari 100 warisan budaya Surakarta, merupakan potensi yang luar biasa dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Dengan merangkul unsur akademisi, pelaku bisnis, pemerintah dan masyarakat maka pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya akan mampu berkembang dengan baik dan berkesinambungan,’ ungkapnya.
Direktur Polines, Ir. Supriyadi, MT, menyambut gembira dengan bertambahnya dosen dengan kualifikasi Doktor di Polines.”Doktor ke 16 yang dimiliki Polines, jelasnya. Ia berharap agar hasil penelitian disertasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu rujukan akademik bagi pengembangan keilmuan di Indonesia serta bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap agar pencapaian ini dapat semakin meningkatkan kualitas pembelajaran di Politeknik Negeri Semarang. Serta memberi motivasi bagi dosen Polines untuk meningkatkan keilmuannya melalui studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.
Ket Foto :

Foto Bersama. Dr. Karno Wahadi, SE, MM menerima ucapan selamat dari Prof. Drs. Imam Ghozali, M.Com, Pd.D, Akt, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip sebagai ketua sidang usai Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Undip, di Ruang Sidang Utama, Gedung Pascasarjana Undip, Semarang, Selasa (23/8)