Ir. Tedjo Mulyono, MT, Dosen Sipil Polines Raih Doktor Teknik Sipil Undip


09 Agustus 2017 - Juli Widiyanto

Ir. Tedjo Mulyono, MT dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang (Polines) dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat Sangat Memuaskan IPK 3,79 usai ujian promosi (terbuka) Program Doktor Teknik Sipil (PDTS), Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (Undip), Senin (7/8) di ruang sidang utama, Gedung Sekolah Pascasarjana, Undip, Semarang.

Ujian terbuka dipimpin Ir. M. Agung Wibowo, MM, M.Sc, PhD (Dekan Fakultas Teknik Undip sekaligus sebagai penguji). Selaku Promotor Prof Ir. Djoko Legono, PhD, Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc (Co-promotor). Sedangkan penguji, Prof. Dr. Ir. Suripin, M.Eng, Dr. Ir. Robert J. Kodoatie, M.Eng, Dr. Ir. Suseno Darsono, M.Sc, Dr. Ir. Pranoto Samto Atmojo, Dipl. HE, MT. Promovendus menyampaikan disertasi dengan judul “Model Tangki Untuk Prediksi Debit Sedimen Pada Daerah Aliran Sungai”.

Dalam disertasinya, Ir. Tedjo Mulyono, MT mengatakan erosi dan sedimentasi yang tidak terkendali akan menimbulkan kerugian yang cukup besar, baik berupa menurunnya produktivitas tanah serta rusaknya bangunan-bangunan air dan terjadinya sedimentasi waduk. Proses erosi permukaan lahan dan debit sedimen dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dipengaruhi oleh hujan dan aliran permukaan dapat direpresentasikan dalam tipe tampungan. Dalam penelitian ini, Tedjo Mulyono mengembangkan model tangki untuk prediksi debit sedimen pada DAS.

Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 model tangki dapat dikembangkan untuk prediksi debit sedimen pada DAS. Konfigurasi model tangki yang baik untuk prediksi debit sedimen pada DAS adalah model tangki 4, model tersusun 1 (satu) buah tangki terdiri dari 2 (dua) lobang samping dan 1 (satu) lobang bawah. Yang diterapkan di Sub DAS Kreo, Sub DAS Sungai Lesti Jatim, dan Sub DAS Hirudani Jepang. Dan hasil analisis ini masih terdapat rentang selisih nilai debit sedimen simulasi dan terukur yang besarnya bervariasi. Hal ini dimungkinkan penyebabnya adalah faktor pola penyebaran hujan dalam proses hidrologi, sinkronisasi proses pengukuran dan panjang data serta kemungkinan asumsi parameter model.